Samba

Samba

Sebelum saya lanjut ke pembahasan artikel, saya ingin sedikit mengungkapkan curhat kepada teman-teman semua. Perlu diketahui bahwa sebenarnya saya sudah mengetahu cara seperti ini sejak awal belajar file sharing di linux, hanya saja saya sengaja untuk menutup-nutupi hal ini di hadapan teman-teman sekelas saya. Saya tidak bermaksud pelit atau dengan maksud negatif apapun, hanya saja bila saya ungkapkan di awal, saya takut teman-teman semua tidak ingin belajar dari basic namun langsung menginjak teknik instant seperti ini.

Tentunya teman-teman di sini tahu bagaimana rasanya tahu yang benar-benar tahu (bukan makanan lho ya!) dengan tahu yang secara instant. Ya, dengan belajar dari basic maka kita akan mengetahui dasar bagaimana sesuatu bisa terjadi, namun bila kita langsung menginjak teknik instant, belum tentu kita tahu asal mula kejadian.

Karena telah menerima curhatan saya di atas, saya harap teman-teman sudah tahu/memiliki dasar tentang konfigurasi samba text based. Tanpa berlama-lama, mari kita simak inti dari pembelajaran “Management Samba Lewat Web Browser”

SAMBA sebetulnya lebih sering dimanfaatkan untuk kegiatan file sharing. Proyek besutan seorang Andrew Tridgell ini seperti yang kita tahu memiliki satu file konfigurasi utama, yaitu smb.conf yang memang tidak disediakan secara default oleh SAMBA namun kita dapat me-rename file smb.conf-sample menjadi smb.conf. File ini memuat semua konfigurasi file sharing, printer sharing, dan konfigurasi untuk Windows Domain Controller yang tinggal kita edit sesuai keperluan.

smb.conf

smb.conf

Penggunaan file smb.conf ini menjadi hal wajib bagi Anda yang sedang belajar file sharing di linux, namun bagi Anda yang sudah advance dalam menggunakan samba, Anda dapat beralih ke penggunaan samba secara instant.

SAMBA hadir dengan sebuah paket administrasi berbasis web bernama SWAT. Anda bisa menginstalnya dengan menjalankan perintah “sudo apt-get install swat” di terminal atau dengan cara lain yang serupa. Setelah selesai, restart service inetd dengan perintah “/etc/rc.d/rc.inetd restart” dan akses lewat alamat URL “http://localhost:901” pada web browser Anda. Akan terlihat daleman dari SWAT ini. Bagian GLOBALS berisi konfigurasi global yang akan digunakan untuk keperluan share kita. Secara umum kita cukup merubah konfigurasi pada bagian workgroup dan server string agar sesuai dengan konfigurasi jaringan, selebihnya pada bagian ini silakan Anda pelajari sendiri. Bagian SHARES berisi konfigurasi per folder yang hendak di-share.

Samba Swat Homepage

Samba Swat Homepage

Secara umum, penggunaan SWAT akan mempermudah kita dalam mengelola file sharing maupun printer sharing serta Domain Controller pada linux. Kita tidak perlu berurusan dengan terminal dan bermain dengan file smb.conf secara langsung.

SWAT hanyalah alat bantu. Pahamilah POC (Proof of Concept) dari file smb.conf itu sendiri.

Thanks to Willy Sudiarto Raharjo